Rabu, 08 Juli 2015
Full teks Content E-Book dalam format file .pdf, dapat diunduh jika anda terdaftar sebagai Anggota Perpustakaan premium dengan biaya keanggotaan sebesar Rp. 100.000,-/tahun. Untuk Cara pembayaran dapat dilihat menu KEANGGOTAAN pada submenu JENIS KEANGGOTA      
Cari di Bagian :
Tahun :
Katalog Perpustakaan
Info Buku Terbaru
Lihat saran-saran ataupun informasi yang pernah anda kirim ke kami? Dapat dilihat disini!. Atau jika anda Memiliki saran-saran atau tanggapan atas pelayanan Perpustakaan Emil Salim ini? Klik Disini!
Kami Baca Untuk Anda
Selasa, 07 Juli 2015
DIREKTORAT Jenderal Planologi dan Tata Ling ku ngan Kementerian Lingkung an Hidup dan Kehutanan (LHK) San Afri Awang meng ungkapkan keseriusannya ingin agar calocalo perizinan yang beroperasi di Kantor Kementerian LHK dapat di berantas. Agar prosesnya berlangsung lebih cepat, pihaknya mengharapkan adanya dukungan dari semua pihak. Hal itu diungkapkannya pada acara Orientasi Substansi Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Media Massa di Ruang Rapat Utama Gedung Manggala Wanabakti. Calo perizinan telah mengakibatkan banyak perubahan fungsi kawasan hutan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya, pelepasan kawasan hutan menjadi a real penggunaan lain (APL) maupun masalah perizinan Pinjam Pakai Kawasan Hutan. Padahal, permasalahan calo ini disebutkannya telah ber kerak di Kementerian LHK. Salah satu cara untuk menghilangkan calo-calo perizinan , masih menurut pen dapatnya, ialah dengan cara meminimalisasi perubahan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Di masa mendatang, Kementerian LHK akan semakin selektif untuk mengeluarkan izin perubahan fungsi kawasan hutan. Kementerian LHK akan mengkaji dengan saksama setiap usulan perubahan peruntukan kawasan hutan yang diajukan pemerintah daerah. Setelah terbentuknya Ditjen Planologi dan Tata Ling kungan Kementerian LHK, keberadaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis menjadi upaya sistematis dan logis dalam memberikan landasan bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan melalui proses pengambilan keputusan yang berwawasan. Oleh karena itu, pengajuan izin perubahan kawasan hutan harus ditunjang dengan adanya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai strategi mewujudkan pembangunan berkelanjutan karena diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya dampak lingkungan yang bersifat lintas batas. Langkah itu menjadi jalan keluar atas permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan yang cenderung makin kompleks. (RO/H-5)...........SUMBER, MEDIA INDONESIA, SELASA 7 JULI 2015, HALAMAN 11
Selasa, 07 Juli 2015
Kabut asap di Kalimantan Barat akibat kebakaran hutan dan lahan kian parah. Jarak pandang di Kota Pontianak, khususnya pada malam hari, hanya sekitar 900 meter. Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, titik panas pada Minggu (5/7) dan Senin (6/7) mencapai 26 titik. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat meminta kabupaten menetapkan status siaga kabut asap. TTA Nyarong, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Senin (6/7), di Pontianak, menyatakan, penetapan status jadi siaga bencana kabut asap itu melalui surat keputusan bupati, khususnya di kabupaten yang banyak hutan gambut, antara lain Ketapang, Kubu Raya, Mempawah, dan Sambas. "Jika status ditetapkan melalui surat keputusan, akan cepat memobilisasi sumber daya termasuk dana," ujarnya. Apalagi, BPBD sulit memadamkan kebakaran. Contohnya, BPBD Kubu Raya sulit memadamkan api lewat darat. Maka, sebetulnya perlu mekanisme pemadaman melalui udara. "Untuk mendapat bantuan pesawat, perlu penatapan siaga bencana. Itu sebagai dasar kuat untuk minta bantuan," ucapnya. Menurut pantauan Kompas, kebakaran lahan juga terus terjadi di sejumlah daerah lain. Setelah tiga hari titik panas tak terpantau, citra satelit NOAA 18 memantau ada titik panas di Kalimantan Tengah akhir pekan, yaitu 4 dan 5 Juli 2015. Namun, posko simpul komando penanggulangan bencana kebakaran hutan, lahan gambut, dan pekarangan Kalteng belum dibentuk. "Pemerintah mengabaikan soal bencana kabut asap ini. Seharusnya pemerintah menghentikan sumber asap, yakni degradasi lingkungan, segera membuat posko penanganan bencana, dan penegakan hukum pada pelaku pembakar lahan," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah Arie Rompas. Di Riau, setelah tiga hari tidak dilanda hujan, kebakaran lahan di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kembali muncul di Desa Tempui dan Desa Mateduh. "Titik panas di lokasi baru," kata Hadi Penandio, Kepala BPBD Pelalawan. Sementara di Jambi, kebakaran tak hanya melalap perkebunan dan taman nasional. Kobaran api meluas di ekosistem konservasi anggrek alam Hutan Pematang Damar, Kabupaten Muaro Jambi. Sebaran api menghabisi sisi luar hutan konservasi anggrek alam. "Kalau dibiarkan, api kian menyebar," kata Adi Ismanto, pelestari anggrek alam yang ikut Gerakan Muarojambi Bersakat. (ESA/DKA/SAH/ITA)......SUMBER, KOMPAS, SELASA 7 JULI 2015, HALAMAN 14
PENANGGULANGAN KONFLIK BELUM OPTIMAL
LIMBAH PLASTIK : TERAPKAN PARADIGMA BARU DAUR ULANG
PERUBAHAN IKLIM : ASEAN DIDORONG KOMPAK HADAPI PERTEMUAN PARIS
Dokumen AMDAL
Asia Petroleum Development...
Asia Petroleum Development...
Indorama Synthetics Tbk.
Pustaka Digital
Kementerian Lingkungan Hidup
Staf Ahli Menteri Bidang...
Kementerian Lingkunga Hidup
Peraturan Perundangan
Peraturan Daerah Kota
Peraturan Daerah Kota
Peraturan Walikota
SLHD
Pemerintah Kota Padang
Pemerintah Provinsi Bali
Bapedalda Riau
Direktori Lingkungan Hidup
Ilmu dan Teknologi Institusi dan Perorangan
Kawasan Kegiatan
Komputer dan Internet Masyarakat dan Budaya
Anak, Etika, Gender ...
Perubahan Iklim dan Alam Sumber Daya Alam
Air, Energi, Fauna ...
OKSIDAN
Zat yang digunakan sebagai pengoksidasi zat lain, misalnya ozon, kalium permanganat, kalium dikromat,
Guest User
Member User
Total User
Hits22013022 Hits
Today353 Hits
Hak Cipta © 2008 - 2013 Kementerian Lingkungan Hidup, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Jl. D.I Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410, Gedung A, Lt.1 Telp : 021-85907286
Jika komputer anda tidak tersedia
aplikasi Adobe Reader,
Klik disini untuk Mengunduh/Download!