Selasa, 30 September 2014
Full teks Content E-Book dalam format file .pdf, dapat diunduh jika anda terdaftar sebagai Anggota Perpustakaan premium dengan biaya keanggotaan sebesar Rp. 50.000,-/tahun.      SELAMAT DATANG DI PERPUSTAKAAN EMIL SALIM KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP , DISINI ANDA DAPAT MENDOWNLOAD PERATURAN LINGKUNGAN SEBANYAK 2215 DALAM VERSI INDONESIA DAN INGGRIS, BUKU SEBANYAK 1006, LAPORAN SLHD SEBANYAK 450 BUKU, KLIPING SEBANYAK 2676 INFORMAS      
Cari di Bagian :
Tahun :
Katalog Perpustakaan
Info Buku Terbaru
Lihat saran-saran ataupun informasi yang pernah anda kirim ke kami? Dapat dilihat disini!. Atau jika anda Memiliki saran-saran atau tanggapan atas pelayanan Perpustakaan Emil Salim ini? Klik Disini!
Kami Baca Untuk Anda
Selasa, 30 September 2014
Lingkungan dengan polusi udara tinggi meningkatkan risiko kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Oksidan atau molekul oksigen yang tak stabil akibat polusi udara yang terserap tubuh menyebabkan kerentanan pembuluh darah. Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Anwar Santoso pada Peringatan Hari Jantung Sedunia, Senin (29/9). Data menunjukkan korelasi positif antara tingginya polusi dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Melihat kondisi saat ini, yaitu prevalensi hipertensi 25 persen, prevalensi diabetes melitus 5-10 persen, prevalensi kolesterol tinggi 40 persen, dan prevalensi merokok 30 persen, ditambah polusi udara tinggi, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah akan kian berlipat. ”Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk hidup sehat masih rendah,” ujar Anwar...BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 30 SEPTEMBER 2014
Selasa, 30 September 2014
Ujaran yang berbunyi ”Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak” itu mewujud sebagai realitas di Riau dan Aceh. Hewan berbelalai panjang itu terabaikan. Gajah kemudian dikeluarkan dari diskursus ranah ekosistem dan keragaman hayati. Keberadaannya diposisikan sebagai ”musuh” masyarakat sekitar kawasan hutan. Ancaman utama terhadap gajah sumatera (Elephas maximus) adalah hilangnya tutupan hutan di dataran rendah dan tanah kering, bukan di daerah gambut sedalam lebih dari 100 sentimeter. ”Habitat asli mamalia besar ini dataran rendah bervegetasi,” ujar Direktur Konservasi WWF-Indonesia Arnold Sitompul, beberapa waktu lalu.Gajah tidak hidup di hutan lebat di pegunungan. Gajah butuh hutan dengan bukaan untuk sinar matahari masuk. Menurut pakar keanekaragaman hayati dari Departemen Biologi Universitas Indonesia, Jatna Supriatna, ”Gajah memakan vegetasi yang di bawah, bukan dari pohon-pohon bertajuk tinggi.”...BACA SELENGKAPNYA, KOMPAS, SELASA, 30 SEPTEMBER 2014
KEKERINGAN MELUAS
SAMPAH DITUKAR BERAS
RAJAAMPAT : LINDUNGI SEKEPING SURGA DARI TIMUR
Dokumen AMDAL
Asia Petroleum Development...
Asia Petroleum Development...
Indorama Synthetics Tbk.
Pustaka Digital
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Peraturan Perundangan
Peraturan Daerah Kota
Peraturan Daerah Kabupaten
Peraturan Daerah Kota
SLHD
Pemerintah Kota Padang
Pemerintah Provinsi Bali
Bapedalda Riau
Direktori Lingkungan Hidup
Ilmu dan Teknologi Institusi dan Perorangan
Kawasan Kegiatan
Komputer dan Internet Masyarakat dan Budaya
Anak, Etika, Gender ...
Perubahan Iklim dan Alam Sumber Daya Alam
Air, Energi, Fauna ...
PERUBAHAN IKLIM
Perubahan berarti yang dialami dalam iklim suatu daerah antara dua waktu tertentu.
Guest User
Member User
Total User
Hits21372520 Hits
Today3029 Hits
Hak Cipta © 2008 - 2013 Kementerian Lingkungan Hidup, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Jl. D.I Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410, Gedung A, Lt.1 Telp : 021-85907286
Jika komputer anda tidak tersedia
aplikasi Adobe Reader,
Klik disini untuk Mengunduh/Download!