Minggu, 26 April 2015
Full teks Content E-Book dalam format file .pdf, dapat diunduh jika anda terdaftar sebagai Anggota Perpustakaan premium dengan biaya keanggotaan sebesar Rp. 100.000,-/tahun.      SELAMAT DATANG DI PERPUSTAKAAN EMIL SALIM KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP , DISINI ANDA DAPAT MENDOWNLOAD PERATURAN LINGKUNGAN SEBANYAK 2215 DALAM VERSI INDONESIA DAN INGGRIS, BUKU SEBANYAK 1006, LAPORAN SLHD SEBANYAK 450 BUKU, KLIPING SEBANYAK 2676 INFORMAS      
Cari di Bagian :
Tahun :
Katalog Perpustakaan
Info Buku Terbaru
Lihat saran-saran ataupun informasi yang pernah anda kirim ke kami? Dapat dilihat disini!. Atau jika anda Memiliki saran-saran atau tanggapan atas pelayanan Perpustakaan Emil Salim ini? Klik Disini!
Kami Baca Untuk Anda
Jumat, 24 April 2015
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus menyiapkan pembentukan Badan Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Namun, Koalisi Antimafia Hutan menilai dasar pembentukan lembaga itu cacat hukum dan masih dalam proses sidang di Mahkamah Konstitusi. Badan Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) yang didesain untuk menyasar kejahatan kehutanan terorganisasi, sistematis, dan dilakukan korporasi/mafia itu amanat UU No 18/2013 tentang P3H. Pemerintah wajib membentuk Badan P3H paling lambat dua tahun pasca UU P3H ditetapkan atau batas akhirnya Juli 2015. "Jika sampai akhir Juli belum terbentuk, maka harus dikeluarkan perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang)," kata Hadi Daryanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (22/4), di Jakarta, seusai mengikuti Monitoring dan Evaluasi Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juru bicara Koalisi Antimafia Hutan, Andi Muttaqien, mengatakan, permasalahan UU P3H ada pada norma atau ruh perundangan itu. "Membawa senjata tajam di kawasan hutan sudah bisa dipidana dengan UU P3H," katanya, yang juga pegiat di Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam). Sehari-hari, masyarakat tradisional dan lokal membawa senjata tajam di hutan. Kekhawatiran lain, Badan P3H yang akan diisi polisi, jaksa, dan Kementerian LHK justru menjadi tempat "mengamankan diri" pelaku kejahatan kehutanan dari pengawasan KPK. KPK mulai banyak mengungkap kasus korupsi dan suap terkait bisnis sumber daya hutan. Koalisi berharap pemerintah tak buru-buru membentuk Badan P3H. Paling tidak, kata Andi, menunggu pembacaan putusan uji materi UU P3H. Namun, hingga kini, belum jelas kapan MK akan membacakan putusan. Februari 2015, sidang uji materi itu memasuki tahap penyampaian kesimpulan dari penggugat. Terkait kekhawatiran sejumlah pihak, bahwa Badan P3H justru akan menyasar masyarakat di 30.000 desa di sekitar dan dalam kawasan hutan, Hadi mengatakan, Badan P3H akan melakukan sosialisasi. "Arahan Presiden jelas, yang diutamakan adalah pencegahan," katanya. Di lapangan, UU P3H menyeret belasan warga ke pengadilan, di antaranya "pencurian" kayu yang ditudingkan kepada Asyani (63) di lahan Perhutani di Situbondo, Jawa Timur. "Kalau Badan P3H sudah ada akan banyak sosialisasi, termasuk kepada aparat. Itu agar tak disalahgunakan dan dikenakan kepada masyarakat tradisional. (Klausul) ini tak pernah dibaca, main seruduk saja," katanya. (ICH)........SUMBER, KOMPAS , JUMAT 24 APRIL 2015, HALAMAN 14
Kamis, 23 April 2015
KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas meluncurkan dokumen strategi dan rencana aksi keanekaragaman hayati (kehati) 2003-2020 yang diperbarui dengan berbagai identifikasi baru kekayaan hayati dan implementasi rencana yang lebih mudah. Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Endah Murniningtyas mengatakan, sejak dokumen itu diluncurkan pada 2003, baru 40% strategi dan rencana aksi yang diimplementasikan. Di situ perumusannya kurang membumi. Selain itu, selama 10 tahun banyak perkembangan terbaru, seperti ribuan temuan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengenai flora dan fauna terbaru, soal plasma nutfah, dan lainnya,' ujarnya dalam seminar Pemutakhir an Indonesian Biodiveristy Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015-2020 di Jakarta, kemarin. Endah menuturkan pembaruan dokumen IBSAP 2015 2020 itu melibatkan 174 peneliti dan tenaga ahli dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup, dan LIPI. Pemutakhiran dokumen, menurut dia, bertujuan menyinergikan berbagai bentuk rencana seperti rencana strategis, rencana aksi yang telah dibuat kementerian/ lembaga dan pemangku kepentingan lainnya tentang pengelolaan kehati. Dalam dokumen tersebut, tambah Endah, rencana aksi dan strategi dibagi dalam delapan penjelasan. Beberapa di antaranya mengenai status terkini kehati dan pengelolaannya, pemanfaatan dan kontribusi ekonomi kehati, pelestarian kehati, serta pengelolaan dana dan informasi. Selanjutnya, tukas dia, ada bab penjelasan tentang kelembagaan pengelolaan kehati dan mobilisasi sumber daya, pengawasan dan evaluasi, serta yang paling penting ialah kebjiakan, strategi, dan rencana aksi pengelolaan kehati. (Ant/H-2)
TERUMBU KARANG DIPERKIRAKAN PUNAH PADA 2020
IZIN PENAMBANGAN AKAN DITERTIBKAN
PERINGATAN HARI BUMI : KELOLA SUMBER DAYA AIR UNTUK KEMANDIRIAN
Dokumen AMDAL
Asia Petroleum Development...
Asia Petroleum Development...
Indorama Synthetics Tbk.
Pustaka Digital
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Peraturan Perundangan
Peraturan Daerah Kabupaten
Peraturan Daerah Kabupaten
Peraturan Daerah Kabupaten
SLHD
Pemerintah Kota Padang
Pemerintah Provinsi Bali
Bapedalda Riau
Direktori Lingkungan Hidup
Ilmu dan Teknologi Institusi dan Perorangan
Kawasan Kegiatan
Komputer dan Internet Masyarakat dan Budaya
Anak, Etika, Gender ...
Perubahan Iklim dan Alam Sumber Daya Alam
Air, Energi, Fauna ...
PENGENDAPAN
Suatu padatan yang memisahkan dari suatu larutan oleh karena suatu perubahan kimia atau fisika.
Guest User
Member User
Total User
Hits21764819 Hits
Today384 Hits
Hak Cipta © 2008 - 2013 Kementerian Lingkungan Hidup, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Jl. D.I Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410, Gedung A, Lt.1 Telp : 021-85907286
Jika komputer anda tidak tersedia
aplikasi Adobe Reader,
Klik disini untuk Mengunduh/Download!