Kamis, 30 Juli 2015
Full teks Content E-Book dalam format file .pdf, dapat diunduh jika anda terdaftar sebagai Anggota Perpustakaan premium dengan biaya keanggotaan sebesar Rp. 100.000,-/tahun. Untuk Cara pembayaran dapat dilihat menu KEANGGOTAAN pada submenu JENIS KEANGGOTA      
Cari di Bagian :
Tahun :
Katalog Perpustakaan
Info Buku Terbaru
Lihat saran-saran ataupun informasi yang pernah anda kirim ke kami? Dapat dilihat disini!. Atau jika anda Memiliki saran-saran atau tanggapan atas pelayanan Perpustakaan Emil Salim ini? Klik Disini!
Kami Baca Untuk Anda
Kamis, 30 Juli 2015
Kabut asap di wilayah Sumatera kian tebal. Di Provinsi Riau, sisa kebakaran hutan dan lahan membuat jarak pandang menurun hingga 1.500 meter. Akibatnya, indeks standar pencemaran udara masuk kategori tidak sehat. Kepala badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekan baru, Sugarin, mengatakan pihaknya memantau ada 40 titik panas di tujuh kabupaten/ kota di Riau. "Titik panas terpantau pukul 07.00 pagi tadi," kata dia kemarin. Titik panas terbanyak berada di Pelalawan (22 titik), Indragiri Hilir (%), Indragiri Hulu (5), Dumai (3), Bengkalis (2), Siak (2), dan rokan Hilir (1), "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 28 titik." Asap mengganggu jarak pandangdi beberapa wilayah, seperti Dumai, Pelalawan, dan Rengat. Jarak pandang hanya berkisar 3 kilometer. BACA SELENGKAPNYA, TEMPO, KAMIS 30 JULI 2015 HAL. 11
Kamis, 30 Juli 2015
Meskipun Taman Nasional Lore Lindu yang diduduki warga Dongi-Dongi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, selama 15 tahun telah dijadikan enklave seluas 1.531 hektar, perambahan hutan tetap terjadi. Berdasarkan pantauan Kompas, Rabu (29/7), paling tidak terdapat tiga titik bukaan baru di kawasan hutan dengan luas masing-masing sekitar seukuran lapangan sepak bola. Hal tersebut salah satunya diduga karena batas enklave (wilayah kantong) belum juga dipasang meski enklave itu ditetapkan sejak tahun lalu. Ketua Forum Petani Merdeka (FPM) Dongi-Dongi Petrus Lasaingu mengatakan, tapal batas belum diukur dan dipisahkan dari kawasan taman nasional. "Masyarakat belum tahu di mana saja batas-batas enklave. Ini, kan, masalah karena masyarakat bisa berspekulasi saja olah lahan, tetapi ternyata itu tidak masuk enklave. Jadi, timbul masalah baru lagi nanti," kata Petrus di sela syukuran ditetapkannya enklave dan ulang tahun ke-15 FPM Dongi-Dongi di alun-alun kampung. Petrus mengatakan, pengukuran sebenarnya dijadwalkan Juli ini. Namun, hingga kini belum terlaksana. "Kami memang menjamin masyarakat tak merambah di luar enklave, tetapi tak adanya batas membuat kami kesulitan mengawasi. Tak adanya batas seperti sebuah jebakan untuk kami," katanya. Enklave Dongi-Dongi ditetapkan pada November 2014 setelah diperjuangkan sejak 2005. Enklave seluas 1.531 hektar tersebut mencakup permukiman dan lahan yang saat ini diolah masyarakat dengan berbagai jenis tanaman, mulai dari kakao hingga sayur-mayur. Warga sebenarnya memperjuangkan luas enklave 4.000 hektar sesuai luas lahan yang telah digarap. Warga Dongi-Dongi berjumlah sekitar 900 keluarga atau sekitar 4.000 jiwa. Artinya, setiap keluarga menguasai lahan tak lebih dari 1,5 hektar. Namun, Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu Ahmad Yani yang turut menghadiri acara syukuran mengatakan, peta enklave sudah ada. "Itu juga sudah diketahui masyarakat. Dengan begitu, batas-batas enklave sudah diketahui. Adapun di luar batas yang sudah diolah berada di bawah pengawasan kami. Perambahan baru tentu akan ditindak," ujarnya. Dengan ditetapkannya enklave tersebut, tokoh masyarakat Dongi-Dongi, Frans Rumpalaba, mendesak pemerintah segera membangun fasilitas publik, antara lain sekolah dan puskesmas. Selama ini, anak-anak sekolah dasar bersekolah di desa tetangga dengan jarak hampir 15 kilometer. Sebagian lainnya mengikuti sekolah jarak jauh. Administrasi kewilayahan dan kependudukan Dongi-Dongi juga belum jelas. Sebelumnya, wilayah tersebut masuk Kabupaten Sigi. Setelah enklave ditetapkan, ada kemungkinan daerah itu dibagi ke Kabupaten Poso juga. (VDL) ..............SUMBER, KOMPAS, KAMIS 30 JULI 2015, HALAMAN 22
LAHAN SENGAJA DIBAKAR: 60-80 Persen Kebakaran Lahan Dilakukan Korporasi
DAERAH ALIRAN SUNGAI : RI DAN TIMOR LESTE BAHAS PENGELOLAAN BERSAMA
PENURUNAN EMISI : ENAM PROPINSI SIAP TURUNKAN LAJU DEFORESTASI
Dokumen AMDAL
Asia Petroleum Development...
Asia Petroleum Development...
Indorama Synthetics Tbk.
Pustaka Digital
Kantor Menteri Negara...
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Peraturan Perundangan
Peraturan Presiden
Peraturan Gubernur
Peraturan Daerah
SLHD
Pemerintah Kota Padang
Pemerintah Provinsi Bali
Bapedalda Riau
Direktori Lingkungan Hidup
Ilmu dan Teknologi Institusi dan Perorangan
Kawasan Kegiatan
Komputer dan Internet Masyarakat dan Budaya
Anak, Etika, Gender ...
Perubahan Iklim dan Alam Sumber Daya Alam
Air, Energi, Fauna ...
SAMPAH BERBAHAYA
Sampah yang membutuhkan penanganan khusus untuk menghindari penyakit atau luka bagi orang atau kerusakan bagi harta benda.
Guest User
Member User
Total User
Hits22102956 Hits
Today389 Hits
Hak Cipta © 2008 - 2013 Kementerian Lingkungan Hidup, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Jl. D.I Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410, Gedung A, Lt.1 Telp : 021-85907286
Jika komputer anda tidak tersedia
aplikasi Adobe Reader,
Klik disini untuk Mengunduh/Download!