Jumat, 31 Oktober 2014
Full teks Content E-Book dalam format file .pdf, dapat diunduh jika anda terdaftar sebagai Anggota Perpustakaan premium dengan biaya keanggotaan sebesar Rp. 50.000,-/tahun.      SELAMAT DATANG DI PERPUSTAKAAN EMIL SALIM KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP , DISINI ANDA DAPAT MENDOWNLOAD PERATURAN LINGKUNGAN SEBANYAK 2215 DALAM VERSI INDONESIA DAN INGGRIS, BUKU SEBANYAK 1006, LAPORAN SLHD SEBANYAK 450 BUKU, KLIPING SEBANYAK 2676 INFORMAS      
Cari di Bagian :
Tahun :
Katalog Perpustakaan
Info Buku Terbaru
Lihat saran-saran ataupun informasi yang pernah anda kirim ke kami? Dapat dilihat disini!. Atau jika anda Memiliki saran-saran atau tanggapan atas pelayanan Perpustakaan Emil Salim ini? Klik Disini!
Kami Baca Untuk Anda
Jumat, 31 Oktober 2014
Eksploitasi dan konservasi sumber daya alam harus ber jalan seimbang untuk men jamin pembangunan di Indonesia berjalan secara ber kelanjutan. Sayangnya, saat ini unsur eksploitasi lebih menonjol. “Esensi dari kebanyakan perundang-undangan yang ada lebih bersifat eksploitatif, seperti UU Kehutanan dan UU Minerba,“ ujar Deputi Operasi Badan Pelaksana Reducing Emissions from Deforestation and Forest and Peatland Degradation/Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan dan Lahan Gambut (BP REDD), William Sabandar, di Yogyakarta, kemarin. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang baru terbentuk, lanjutnya, diharapkan mampu memperbaiki kondisi itu. Kemen terian ituhar usmam pu menyinergikan UU No 41/1999 tentang Kehutanan dan UU No 32/2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang terkesan bertabrakan. “UU Kehutanan bernuansa sangat eksploitatif. Sebaliknya, UU Pengelolaan Lingkungan Hidup sangat protektif. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus mampu menyinergikan keduanya,“ jelasnya. Menurutnya, jika dikaitkan dengan visi Presiden Joko Widodo, seharusnya penggunaan UU Pengelolaan Lingkungan Hidup lebih dominan. Dengan demikian, faktor kelestarian lingkungan hidup harus menjadi payung untuk bidang-bidang pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya alam. “Seharusnya pengelolaan sumber daya alam selalu dilakukan dalam konteks proteksi lingkungan,“ imbuhnya. Ia juga berharap rancangan undang-undang (RUU) Perubahan Iklim dan RUU Pengelolaan Sumber Daya Alam yang tengah disusun akan makin menempatkan faktor lingkungan hidup sebagai pertimbangan utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan. UU Perubahan Iklim sama pentingnya dengan UU Pengelolaan Sumber Daya Alam ka rena keduanya bertujuan memperbaiki tata kelola sumber daya alam. “Keduanya saling berkaitan dan bermanfaat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Bidang yang paling mendesak untuk dibereskan ialah masalah di bidang hutan dan lahan, serta pemanfaatan sumber daya pesisir dan kemaritiman,“ imbuhnya.(Vei/H-3).............SUMBER, MEDIA INDONESIA, JUMAT 31 OKTOBER 2014, HALAMAN 14
Jumat, 31 Oktober 2014
Sedikitnya 90 dari total 150 sumber mata air di sepanjang kawasan pegunungan kapur di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, debitnya menyusut hingga 40% dari volume normal. Kondisi yang membuat ka wasan sepanjang pegunungan kapur itu darurat kekeringan. Sejumlah sumber mata air dengan debit menurun drastis di antaranya sendang (mata air) Jipeng dan Ngabuk di Kecamatan Kerek, mata air Trunggo di Kecamatan Merakurak, sendang Maibit, Ngerong, dan mata air Beron di Kecamatan Rengel. Bahkan, sejumlah mata juga telah mengering, di antaranya, sumber mata air Sundulan, sendang Joko Tarub di Desa Sumberagung, dan sendang Pacar di Kecamatan Plumpang. Termasuk, mata air Kerawak di Kecamatan Montong, dan sendang Sukosari di Soko. Taslim, 47, warga Desa Sum beragung, Kecamatan Plumpang, mengatakan setiap musim kemarau sejak lima tahun terakhir dua mata air yang ada di desanya sudah tidak mengeluarkan air. Padahal, dahulu bisa untuk mengolah lahan pertanian di sekitar kampungnya. “Bisa untuk menanam padi setahun dua kali,“ ungkapnya. Edy Toyibi, pemerhati lingkungan hidup di Tuban, mengatakan menurunnya debit mata air di sepanjang kawasan karst (pegunungan kapur) disebabkan kerusakan hutan. Kemudian diperparah dengan pertambangan liar. Kemarau yang belum berakhir juga menyebabkan debit air Waduk Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menyusut. Kondisi itu mengancam pasokan air ke 1.548 areal persawahan yang selama ini diairi air Tilong yang tersebar di lima desa, yakni Oelnasi, Fatukanutu, Manufui, Tasipah, dan Noelbaki. Penyusutan air bendungan mencapai lebih dari 8 juta meter kubik, sedangkan kapasitas tampung normal ialah 17 juta meter kubik. Di Pamekasan, Madura, kekeringan menyebabkan warga tiga dusun di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, antre di satu sumur untuk mendapatkan air bersih. Warga menunggu hingga beberapa jam untuk mendapatkan jatah air, karena persediaan air di sumur yang berada di Dusun Sumberanyar yang biasanya digunakan untuk menyiram tembakau juga sudah mulai menipis. (YK/PO/MG/N-2) .........SUMBER, MEDIA INDONESIA, JUMAT 31 OKTOBER 2014, HALAMAN 8
TANGGUL LAUT TIPE B BELUM FINAL
DESA HIJAU DILANJUTKAN DI ENAM PROPINSI
AUDIT LINGKUNGAN DIDORONG
Dokumen AMDAL
Asia Petroleum Development...
Asia Petroleum Development...
Indorama Synthetics Tbk.
Pustaka Digital
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Kementerian Lingkungan Hidup
Peraturan Perundangan
Peraturan Pemerintah
Undang-undang
Undang-undang
SLHD
Pemerintah Kota Padang
Pemerintah Provinsi Bali
Bapedalda Riau
Direktori Lingkungan Hidup
Ilmu dan Teknologi Institusi dan Perorangan
Kawasan Kegiatan
Komputer dan Internet Masyarakat dan Budaya
Anak, Etika, Gender ...
Perubahan Iklim dan Alam Sumber Daya Alam
Air, Energi, Fauna ...
KUALITAS AIR
Keadaan dan sifat-sifat fisik, kimia, dan biologis suatu perairan yang dibandingkan dengan persyaratan persyaratan untuk keperluan tertentu; misalnya untuk keperluan rumah tangga, air minum, pertanian, perikan atau industri.
Guest User
Member User
Total User
Hits21435725 Hits
Today559 Hits
Hak Cipta © 2008 - 2013 Kementerian Lingkungan Hidup, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Jl. D.I Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410, Gedung A, Lt.1 Telp : 021-85907286
Jika komputer anda tidak tersedia
aplikasi Adobe Reader,
Klik disini untuk Mengunduh/Download!